Dampak Psikologis Kematian Ayah yang di Rasakan oleh Perempuan Dewasa Muda
DOI:
https://doi.org/10.57216/pah.v21i2.13Keywords:
Dampak Psikologis; Emosional; Kematian AyahAbstract
Kematian ayah merupakan pengalaman kehilangan yang sangat mendalam dan dapat memberikan dampak psikologis signifikan, terutama bagi perempuan dewasa muda. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pengalaman subjektif perempuan dewasa muda pasca kehilangan ayah, dengan fokus pada reaksi emosional, proses adaptasi, serta peran dukungan sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam secara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehilangan ayah memicu reaksi duka mendalam seperti syok, histeria, perasaan bersalah, hingga gangguan fisik dan emosional. Informan mengalami kesulitan tidur, penurunan nafsu makan, dan pesimisme terhadap masa depan. Namun, terdapat pula proses adaptasi positif berupa peningkatan kemandirian dan tanggung jawab terhadap keluarga. Kurangnya dukungan sosial dan kecenderungan memendam perasaan diketahui dapat memperburuk proses penyembuhan psikologis. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan emosional dan sosial dalam membantu perempuan dewasa muda menghadapi proses berduka dan mencegah dampak psikologis jangka panjang.
Downloads
References
Andriessen, K., Mowll, J., Lobb, E., Draper, B., Dudley, M., & Mitchell, P. B. (2018). “Don’t bother about me.” The grief and mental health of bereaved adolescents. Death Studies, 42(10). https://doi.org/10.1080/07481187.2017.1415393
Anggelia, Y., Tjandraningtyas, J., & Yuspendi, Y. (2023). Peran Self-esteem terhadap Peer Attachment pada Remaja dengan Orang Tua Bercerai di Kota Bandung. Humanitas (Jurnal Psikologi), 7(3), 273–284.
Anggraeni, N., & Novitasari, N. (2022). Prolonged Grief Disorder: Studi Literatur Terhadap Proses Duka yang Tidak Terselesaikan. Jurnal Psikologi Insight, 6(1), 45–52.
Antoni, A. (2024). Implementasi Teori Operant Conditioning BF Skinner Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Counselia; Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam, 5(1), 181-191.
Bahari, J. I. (2020). Hubungan peran keluarga terhadap penyesuaian diri remaja. INCARE, International Journal of Educational Resources, 1(3), 187–201.
Bari, A., & Hidayat, R. (2022). Teori Hirarki Kebutuhan Maslow Terhadap Keputusan Pembelian Merek Gadget. Motivasi, 7(1), 8-14.
Biank, N. M., & Werner-Lin, A. (2011). Growing up with Grief: Revisiting the Death of a Parent over the Life Course. OMEGA -Journal of Death and Dying, 63(3). https://doi.org/10.2190/OM.63.3.e
Boiliu, E. R. (2022). Aplikasi Teori Belajar Sosial Albert Bandura Terhadap PAK Masa Kini. Jurnal Ilmu Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 3(2), 133-143.
Cahayasari, I. (2011). Grief Pada Remaja Karena Kedua Orang Tuanya Meninggal. https://studylibid.com/doc/457801/grief-pada-remaja-putra-karena-kedua-orang-tuanya-meninggal
Christ, G. H., Siegel, K., & Christ, A. E. (2002). Adolescent Grief. JAMA, 288(10). https://doi.org/10.1001/jama.288.10.1269
Dewi, N. R., & Lestari, N. (2021). Strategi Coping pada Perempuan Dewasa Muda yang Kehilangan Ayah Kandung. Jurnal Psikologi Empati, 9(2), 89–98.
Dumaris, S., & Rahayu, A. (2019). Penerimaan diri dan resiliensi hubungannya dengan kebermaknaan hidup remaja yang tinggal di panti asuhan. Ikra-Ith Humaniora: Jurnal Sosial Dan Humaniora, 3(1), 71–77.
Fitria, Adina. (2013). Grief Pada Remaja Akibat Kematian Orang Tua Secara Mendadak. https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/dcp/article/view/2569
Hidayati, R., & Wulansari, N. L. (2020). Dampak psikologis kehilangan orang tua pada remaja ditinjau dari jenis kelamin dan dukungan sosial. Jurnal Psikologi Insight, 3(2), 95-105.
Hurlock, E. (2003). Psikologi Perkembangan. Erlangga
Jauhari, M. I., & Karyono, K. (2022). Teori Humanistik Maslow dan Kompetensi Pedagogik. Sustainable Jurnal Kajian Mutu Pendidikan, 5(2), 250-265.
Kurniawan, R., & Ismail, F. (2020). Peran Dukungan Sosial dalam Proses Berduka pada Mahasiswa yang Kehilangan Orang Tua. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 6(1), 15–24.
Melhem, N. A., & Brent, D. (2011). Handbook of Adolescents. https://www.sciencedirect.com/topics/medicine-and-dentistry/bereavement/pdf
Nurhidayati, & Lisya Chairani. (2014). Makna Kematian Orangtua Bagi Remaja (Studi Fenomenologi Pada Remaja Pasca Kematian Orangtua). Jurnal Psikologi UIN Sultan Syarif Kasim Riau, 10(Juni), 33–40.
Purbararas, E. Diah. (2018). Problema Traumatik : Kekerasan Seksual Pada Remaja. Jurnal IJTIMAIYA, 2(1), undefined.
Qoni’ah, Q. A., & Rahman, N. E. (2025). Pendekatan Behaviorial Operant Conditioning dalam Membentuk Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Terhadap Santri Pondok Pesantren Nashrus Sunnah Kelurahan Banjarejo Kota Madiun. SOSIAL: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPS, 3(1), 107-116.
Safitri, L. R. (2019). Dampak Psikologis Kematian Orang Tua terhadap Mahasiswa. Jurnal Psikologi Humanika, 7(1), 23–31.
Santrock. (2004). Life -Span Development : Perkembangan Manusia (5th ed.). Erlangga.
Sari, M. K., & Anindyajati, G. (2021). Kematian dan duka: Tinjauan psikologis terhadap proses berduka pada dewasa muda. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 9(1), 12–22.
Sumianto, S., Admoko, A., & Dewi, R. S. I. (2024). Pembelajaran Sosial-Kognitif di Sekolah Dasar: Implementasi Teori Albert Bandura. Indonesian Research Journal on Education, 4(4), 102-109.
Suryani, I. (2017). Reaksi duka pada remaja setelah kematian orang tua: Studi kasus pada siswa SMA. Jurnal Psikologi Ulayat, 5(1), 45–57.
Wahyuni, S. (2018). Reaksi Emosional pada Mahasiswa yang Mengalami Kehilangan Orang Tua. Jurnal Ilmu Psikologi, 11(1), 34–41.
Zahrina, Ashri. (2017). Pengaruh Pengalaman Traumatik Terhadap Kepedulian Sosial Ditinjau Dari Jenis Kelamin.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Salianto, Fauziah Handoko, Fani Nurhadizah Samosir, Oktafera Halmi Qur-ani, & Andwina

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



